Makassar, 07 Januari 2026 —
Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Alauddin
Makassar melaksanakan kegiatan mini riset di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an
Al-Imam Ashim, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai
bagian dari tugas mata kuliah Teori Manajemen yang bertujuan untuk mengkaji
penerapan manajemen pendidikan Islam secara langsung di lingkungan pesantren.
Kehadiran mahasiswa disambut baik oleh pihak pesantren yang dikenal sebagai
salah satu lembaga tahfizh Al-Qur’an terkemuka di Sulawesi Selatan.
Kegiatan mini riset tersebut
melibatkan lima mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, yakni Siti
Aisyah, Alfandi, Nurfadilah, Nurmilsari, dan Nurul Fajriani. Kelima mahasiswa
tersebut melakukan penelitian lapangan secara langsung untuk memperoleh data
dan informasi yang relevan dengan fokus kajian manajemen pendidikan Islam di
lingkungan MA Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim.
Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an
Al-Imam Ashim sendiri merupakan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren
yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Imam Ashim. Pesantren ini didirikan
pada tahun 1998 oleh Al-Hafizh KH. Syam Amir Yunus dengan fokus utama pada
program penghafalan Al-Qur’an. Kehadiran pesantren ini menjadi jawaban atas kekhawatiran
semakin berkurangnya generasi penghafal Al-Qur’an, khususnya di wilayah
Sulawesi Selatan.
Mini riset yang dilaksanakan
mahasiswa mengangkat tema yang berkaitan dengan kepemimpinan transformasional
dan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan pendidikan. Adapun judul
penelitian yang dikaji yakni “Pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap
Motivasi Guru dan Kinerja Siswa di MA Tahfizhul Qur’an Al Imam Ashim” serta
“Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Efisiensi Manajemen Administrasi
Sekolah di MA Tahfizhul Qur’an Al Imam Ashim.” Tema tersebut dipilih karena
dinilai relevan dengan perkembangan dunia pendidikan Islam saat ini.
Kegiatan mini riset ini menjadi
salah satu upaya akademik mahasiswa dalam memahami secara langsung sistem
manajemen pendidikan berbasis pesantren yang mampu bertahan dan berkembang di
tengah tantangan era digital. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk
menggali strategi kepemimpinan yang diterapkan dalam membangun budaya
pendidikan yang disiplin, religius, dan berorientasi pada peningkatan kualitas
sumber daya manusia.
Dalam proses pelaksanaannya,
mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara, serta pengumpulan data
terkait sistem administrasi dan pola kepemimpinan di lingkungan pesantren.
Interaksi langsung dengan pihak pengelola dan tenaga pendidik memberikan pengalaman
akademik yang berharga bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori yang dipelajari
di kelas dengan praktik nyata di lapangan.
Mini riset ini juga menjadi
bentuk kontribusi mahasiswa Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dalam mendukung
pengembangan mutu pendidikan Islam. Melalui penelitian tersebut, diharapkan
lahir rekomendasi dan gagasan yang dapat membantu pesantren dalam meningkatkan
efektivitas pengelolaan lembaga, baik dari sisi kepemimpinan, administrasi,
maupun pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan pendidikan.
Selain sebagai tugas akademik,
kegiatan ini turut memperkuat hubungan kelembagaan antara UIN Alauddin Makassar
dengan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim. Kolaborasi seperti ini
diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program penelitian,
pengabdian, maupun kegiatan pengembangan pendidikan Islam lainnya di masa
mendatang.
Dengan terlaksananya mini riset ini, mahasiswa diharapkan mampu memiliki wawasan yang lebih luas terkait dinamika manajemen pendidikan Islam berbasis pesantren. Di sisi lain, Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Ashim kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang terbuka terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi demi mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di era modern.