Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Siti Aisyah, mahasiswa dengan NIM 80300225027, berhasil meraih prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XV Tingkat Kabupaten Morowali Tahun 2025 pada Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika Prodi Magister MPI UIN Alauddin Makassar.
Kegiatan MTQ ke-XV Kabupaten Morowali berlangsung sejak 25 hingga 29 Oktober 2025 di Kecamatan Bungku Pesisir dan ditutup secara resmi pada Rabu malam (29/10/2025) di Aula Kantor Camat Bungku Pesisir. Penutupan berlangsung khidmat dan semarak dengan dihadiri jajaran pemerintah daerah, Kementerian Agama Kabupaten Morowali, dewan hakim, panitia, serta seluruh kafilah dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Morowali.
Keberhasilan Siti Aisyah pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an menjadi bukti bahwa mahasiswa Magister MPI tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pemikiran ilmiah, dan kemampuan literasi dalam karya yang berkualitas. Prestasi tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan gagasan ilmiah yang berlandaskan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dan pedoman kehidupan.
Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an sendiri merupakan salah satu cabang lomba yang menuntut peserta memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif dalam mengkaji persoalan kehidupan berdasarkan perspektif Al-Qur’an. Melalui cabang ini, peserta diharapkan mampu menghadirkan gagasan yang konstruktif dan relevan terhadap tantangan masyarakat modern dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.
MTQ Kabupaten Morowali tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga menjadi sarana pembinaan generasi Qur’ani yang berkarakter Islami. Berbagai cabang lomba seperti Tilawah Al-Qur’an, Tahfiz, Kaligrafi, Syarhil Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dipertandingkan sebagai bentuk penguatan syiar Islam dan kecintaan masyarakat terhadap Kalam Ilahi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Morowali, Marwiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ merupakan momentum penting dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi petunjuk hidup yang melahirkan pribadi berakhlak mulia dan berkarakter Islami.
Prestasi yang diraih Siti Aisyah juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi di berbagai bidang. Semangat kompetitif yang dibangun melalui MTQ dinilai mampu meningkatkan kualitas intelektual sekaligus spiritual generasi muda, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Selain memperoleh penghargaan sebagai juara, para pemenang MTQ ke-XV Kabupaten Morowali juga menerima apresiasi berupa bonus umrah yang diserahkan langsung oleh pemerintah daerah bersama pihak penyelenggara. Penghargaan tersebut menjadi bentuk motivasi dan dukungan kepada para peserta yang telah memberikan penampilan terbaik dalam syiar Al-Qur’an.
Program Studi Magister MPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar memberikan apresiasi tinggi atas capaian yang diraih oleh Siti Aisyah. Prestasi ini dinilai selaras dengan visi program studi dalam melahirkan lulusan yang unggul, religius, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua Program Studi Magister MPI Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Dr. Baharuddin, M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian mahasiswa tersebut. “Prestasi yang diraih oleh ananda Siti Aisyah pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Prodi Magister MPI. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa MPI memiliki kemampuan akademik, literasi ilmiah, dan pemahaman keislaman yang kuat. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan membawa nama baik institusi di tingkat daerah maupun nasional,” ungkapnya.
Penulis: Nur Hikmah Maudinah